I S L A M D A N I L M U T A U H I D
Tanbiyaht
artinya ini satu percegahan
·
Bermula : Dengan sebagaimana yang telah tersebut didalam Ilmu ini.
Maka ketahuilah bahwasanya wajib Syar’iy
atas tiap-tiap mukalaf bahwa Ia me’itiqadkan dengan segala ‘Itiqad yang
tersebut itu. Maka tiadalah satu ‘Itiqad
dari pada yang demikian itu
bahwa harus ber’itiqad dengan dia.
·
Kedua : Telah diketahui pula bahwasanya
tiap-tiap ‘Itiqad dari pada yang wajib bagi Allah Ta’ala atau bagi
lainnya. Maka yaitu wajib ‘Aqliy bagi
me’itiqadnya ya’ni yang di’itiqadkan baginya.
·
Ketiga : Telah
duketahui pula bahwasanya wajib bagi Allah Ta’ala “Tanajju huhu ta’ala ‘anil
arghridha”. Dan mustahil padanya lawanannya.
·
Keempat : Telah diketahui pula bahwasanya
wajib bagi makhluq (baharu) tiada memberi bekas dengan thabii’atnya, atau dengan quwatanya dan mustahil padanya memberi
bekas itu.
·
Kelima : Telah diketahui
pula bahwa wajib hhadanya al’alim sekaliannya maka mustahil Qadiimnya.
·
Keenam : Telah diketahui pula bahwasanya lima puluh ‘itiqad yang tersebut itu ladzim
masuknya pada
“Astarghnaa-ahu ta’ala ‘ankulli maa sawahu waftaqara
kullimaa ‘adahu alaiyhi ta’ala”.
·
Ketujuh : Maka telah diketahui
pula bahwasanya yang harus bagi Allah Ta’ala itulah
satu jua yaitu, “Fa’ala kulli mumkin auwtarkahu”. Maka apabila telah difahami banyak-banyak
akan sekalian tujuh perkara ini, maka ketahuilah dengan yang demikian itu akan
salahnya yang berkata
ketika Ia membagi shifat “Astarghnaa
aftaqaara” dengan katanya dan masuk harus pula lima
perkara.
Maka adalah
kesalahan yang amat besar merusakkan ‘Aqaa-ida Al
Iman sebab bahwasanya yang harus pada Allah Ta’ala yaitulah : satu jua “Af’alu
kulli mumkin- auwtarkahu”. Maka yang lainnya
tiada dan tiada Shah dikata harus baginya atau harus ‘itiqadnya atau harus bagi
me’itiqadnya atau harus masuknya pada “Astarghnaa-ahu
ta’ala”. Adapun artinya “Wa-tsalaa-tsatu minaljaa-adjatu”.
Ya’ni “Minal mumkinaati”.
Maka bukan daripada yang harus adanya.
Tanbiyaht lagi tiada harus pula, bahwa dikata Qudraht, Iradaht,
shifat “Aftaqaara” melainkan yang shah dikata, bahwa Qudraht, Iradaht
tiada shifat Allah yang meladjimkan “Aftaqaara” lainnya kepada-Nya demikian pula
dikata lain jua adanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar